Jumat, 19 Januari 2024 - 14:46:03 WIB

Fransiscus Go Safari Alam, Budaya, Ekonomi, dan Pendidikan di Sumba Timur

Penulis : Redaksi
Kategori: NASIONAL - Dibaca: 1423 kali


Pengusaha asal NTT Fransiscus Go mengadakan safari ke seluruh Pulau Sumba. Ia mendarat pada hari Selasa (16/1) di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, Sumba Timur. Safari tersebut merupakan rangkaian perjalanan budaya sekaligus pertemuan dengan masyarakat Sumba yang begitu ramah dan tulus.

Rangkaian pertama safarinya bermula di Kampung Malolo. Ia mengunjungi Kampung Malolo pada pukul 18.00 WITA. Selama di Malolo, Pendiri Hypermart Kupang ini terpesona dengan budaya sirih pinang dan kekayaan alam yang menakjubkan. Pemandangan alam istimewa Sumba tak lepas ia amati sepanjang perjalanan.

Fransiscus Go juga terpana dengan potensi ekonomi lokal yang seimbang antara perkembangan ekonomi dan pelestarian alam. Ia mengharapkan dukungan untuk UMKM Sumba Timur agar terus berkelanjutan.

“Eksplorasi UMKM di Tanah Marappu tidak hanya membuka mata saya terhadap potensi ekonomi lokal, tetapi juga sejalan dengan usaha pelestarian alam. Inisiatif berkelanjutan seperti ini menggambarkan keseimbangan yang tepat antara perkembangan ekonomi dan pelestarian alam,” tutur Fransiscus Go yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Kamajaya Business Club.

Safari berikutnya, ia mengunjungi Kampung Raja Prailiu yang masih berada di Sumba Timur pada Rabu (17/1). Fransiscus Go mengunjungi rumah adat Raja Prailiu di Kampung Adat Padangi Rowa. Sambutan masyarakat terhadap kedatangannya sungguh luar biasa. Masyarakat Kampung Adat menyambutnya dengan tarian adat.

Pada sore harinya, ia mengunjungi Kampung Adat Padangi Rowa. Bahkan, ia dinobatkan sebagai anggota keluarga kerajaan di Kampung Adat Padangi Rowa. Fransiscus Go mengenakan baju adat Hinggi, ikat kepala Tiara Patang, dan menyelipkan senjata khas Sumba Timur, Kabiala di bagian ikat pinggang pada prosesi penobatan anggota keluarga kerajaan.

“Saya terkesan dengan keramahan warga, terutama warga di di kampung Padangi Rowa, bahkan diangkat menjadi anak dalam salah satu keluarga dan sebagai warga Padangi Rowa. Terima kasih sekali lagi atas kebaikan saudara-saudara saya semua di sana.”

Safari budaya tersebut membawa hikmah terkait pengembangan ekonomi masyarakat di Sumba Timur. Ia mendapatkan cerita budaya Sumba, tenun etnik, berkesempatan berdiskusi dengan warga, tokoh masyarakat, dan lain-lain.

Selain mengeksplor kekayaan budaya, ekonomi, dan alam Pulau Sumba, ia kembali berjumpa dengan teman lama di SMA Negeri 1 Kupang yang saat ini tinggal di Pulau Sumba yaitu Vecky Umbu Djima dan Lodewick Umbu Lado. Mereka antusias dan ramah memperkenalkan Fransiscus Go dengan kerabat. Bahkan, Fransiscus Go sempat menginap semalam di rumah Vecky Umbu Djima di Sumba Tengah. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta dalam rangkaian Safari di Pulau Sumba.

“Terima kasih kepada alam Sumba yang menawan dan terima kasih kepada Tuhan YME yang telah mempertemukan saya dengan mereka”, ujarnya.

Perjalanan budaya penuh hikmah itu berakhir pada Jumat (19/1). Sebelum bertolak kembali ke Kupang melalui bandara Tambolaka, ia menyempatkan diri untuk mengunjungi SMP/SMA Plus Kasimo di Wee Londa.

Pemerhati pendidikan tersebut turut memotivasi para siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Adapun pilihan lain, menurut Fransiscus Go, yang tersedia untuk para siswa adalah sekolah vokasi.

“Kalau tidak kuliah, ambil saja pendidikan kejuruan. Yang cita-cita sekolah ke Jogja usahakan hubungi saya, ya”, saran Fransiscus Go yang siap membantu para putra/putri terbaik NTT.