Senin, 11 Desember 2023 - 15:49:54 WIB

Atasi Banjir Jakarta, Presiden Resmikan Stasiun Pompa Terbesar di Indonesia

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 2718 kali


Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Stasiun Pompa Air Ancol Sentiong, di Jakarta Utara, Senin (11/12/2023). Presiden berharap keberadaan infrastruktur yang dibangun dengan biaya sebesar Rp 481 miliar ini dapat mengurangi banjir di tujuh kecamatan di Jakarta.

“Ini adalah stasiun pompa terbesar di Indonesia, paling besar, dan ya menghabiskan anggaran juga sangat besar Rp 481 miliar. Kita harapkan ini akan, stasiun pompa ini akan mengurangi banjir yang ada di tujuh kecamatan di DKI Jakarta,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan, untuk pengendalian banjir di Jakarta, di sisi hulu pemerintah telah menyelesaikan pembangunan dua bendungan yaitu Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi. Selain itu, pemerintah juga telah menyelesaikan pembangunan sodetan Ciliwung yang akan mengalirkan air dari sungai Ciliwung ke Banjir Kanal Timur.

“Juga meneruskan lagi normalisasi Sungai Ciliwung yang tinggal kurang lebih 17 kilometer. Kemudian, pada hari ini telah selesai Stasiun Pompa Air Sentiong di Ancol yang menelan biaya Rp 481 miliar. Kita harapkan dengan selesainya tadi di hulu, di tengah, di hilir, di Sentiong ini kita harapkan banjir di Jakarta bisa berkurang kurang lebih 62 persen,” tandasnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, Pompa Ancol Sentiong ini merupakan proyek garapan Kementerian PUPR bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada tahun 2020-2023 yang menelan biaya konstruksi Rp 481,37 miliar.

"Sekarang banjir Jakarta ini, kita sudah mengendalikan dari hulunya, yaitu dengan bangunan bendungan di Sukamahi dan Ciawi. Kalau yang di hilir, di tengahnya ini ada sodetan, kemudian ada normalisasi. Di hilirnya ada pompa-pompa," ujar Basuki.

Tak hanya menekan banjir, Basuki juga menyampaikan, pompa banjir ini dilengkapi dengan kemampuan flushing atau penggelontoran lumpur pada musim kemarau yang diyakini bisa menjernihkan air Kali Item di Kemayoran, Jakarta.

"Inilah yang nanti kita pakai untuk flushing. Sekarang memang hitam, tetapi saya yakin kalau ini bisa kita fungsikan, tidak sampai setahun pasti sudah tidak hitam lagi. Jadi tak perlu ditutup lagi, tak perlu disemprot, kita jernihkan," jelasnya.

Selain itu, Basuki juga menuturkan bahwa pompa banjir ini bisa membawa Jakarta sebagai kota ramah air atau water sensitive city. Jakarta nantinya diharapkan tak hanya dapat mengendalikan banjir, tetapi juga kita bisa menyuplai air untuk membersihkan lingkungan.

"Kemarin ketika ada banjir di Kebon Nanas dan Kampung Melayu, itu karena belum ada tanggulnya. Sebagian besar sudah kita alirkan, sehingga lebih cepat surutnya. Masih ada 17 km yang belum ditanggul. Jadi, mudah-mudahan 2024 ini bisa ditanggul semua sehingga banjir Jakarta segera bisa kita kendalikan," papar Basuki.

"Saya kira ini juga menuju ke water sensitive city. Jadi, water sensitive city kita harus bisa mengendalikan banjir, tapi juga kita harus bisa menyuplai air, tapi juga untuk membersihkan lingkungan," jelasnya.