Selasa, 16 Agustus 2022 - 02:40:11 WIB

Pelari Triathlon The Rising Tide Tiba di Mabesal, Yuk Jadikan Sampah Sumber Daya Ekonomi

Penulis : Redaksi
Kategori: TNI / POLRI - Dibaca: 447 kali


Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono diwakili oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono menerima kedatangan para pelari "Triathlon from Bali to Jakarta; The Rising Tide" di garis finish Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (15/8). Ketiga pelari triathlon "The Rising Tide" tersebut tiba di garis finish Mabesal sekitar pukul 15.30 WIB setelah menempuh jarak 1.293 km, dari Gianyar Bali hingga Jakarta, sambil mengkampanyekan sadar dan cinta lingkungan.

"Hari ini kita menyambut kedatangan para pelari yang telah melaksanakan kegiatan triathlon dari Gianyar naik sepeda sampai Gilimanuk, menyeberang Selat Bali, renang, kemudian berlari dari Banyuwangi sampai Jakarta sore ini dengan jarak tempuh 1.293 km", kata Wakasal didampingi Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya KLH, Rosa Vivien Ratnawati, dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, MBA.

"Kegiatan bertajuk The Rising Tide ini merupakan kegiatan bersama antara KLH, Kemenparekraf dan didukung oleh TNI AL. Tujuannya adalah kampanye pengelolaan sampah utamanya sampah plastik. Berlangsung sejak 18 Juli hingga 18 Agustus, dari Gianyar, mampir di tiap-tiap pangkalan TNI AL di daerah-daerah, mengkampanyekan pengelolaan/ daur ulang sampah-sampah plastik", papar Wakasal.

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya KLH, Rosa Vivien Ratnawati, menambahkan, "The Rising Tide" merupakan ajakan sekaligus upaya merubah mind set masyarakat, bahwa sampah sesungguhnya bisa menjadi sumber daya guna peningkatan ekonomi masyarakat.

"The Rising Tide mengkampanyekan bagaimana sampah jangan menjadi warisan kita, tapi menjadi sumber daya. Kota- kota yang dilewati pelari ini memang diajak untuk menjadikan sampah sebagai sumber daya. Sudah kuno kalo kita bicara sampah itu kumpul angkut buang, tapi sampah menjadi bahan baku ekonomi. Semoga kegiatan ini bisa menjadi resonansi yang kuat untuk daerah-daerah yang dilewati bahwa sampah itu jangan menjadi warisan", ujarnya.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, MBA berharap, "The Rising Tide" mendorong budaya mencintai kebersihan dalam masyarakat, sehingga kemudian dapat menjadi daya tarik bagi kunjungan wisatawan.

"Kegiatan ini juga sesuai dengan arahan bapak Presiden, bahwa kita harus mengurangi sampah plastik sampai 70 persen pada tahun 2025. Jadi merupakan terobosan luar biasa untuk mengkampanyekan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa destinasi-destinasi pariwisata Indonesia yang memang luar biasa ini harus bersih dari sampah. Supaya semakin banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung", tandasnya.

Sepanjang perjalanan dari Gianyar, para pelari Triathlon The Rising Tide singgah dan melakukan kampanye daur ulang sampah di Lanal Denpasar, Lanal Banyuwangi, Baluran, Lantamal V Surabaya, Lanal Semarang, Lanal Tegal, Lanal Cirebon, hingga finish di Mabesal Jakarta.

"Sampai saat ini sudah terkumpul 1.300 kg sampah plastik, yang kemudian akan didaur ulang oleh KLH", pungkas Wakasal.