Rabu, 24 Februari 2021 - 17:24:33 WIB

Mahasiswa Bantu Digitalisasi Desa Pulosari Sukabumi untuk Strategi Promosi Pariwisata

Penulis : Redaksi
Kategori: DIDAKTIKA - Dibaca: 604 kali


Situasi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) yang tergabung dalam KKN Daring kelompok 7 untuk membuat langkah baru dalam meningkatkan strategi promosi tempat pariwisata Curug Batu Bodas di Desa Pulosari, Sukabumi.

“Tim kami menilai bahwa Curug Batu Bodas ini memiliki potensi wisata yang bagus, tetapi expose di media daring belum dilakukan, sehingga baru dikenal oleh masyarakat sekitar desa. Kami percaya bahwa di era Revolusi Industri 4.0 ini, promosi via e-tourism akan lebih efektif,” kata ketua kelompok 7, Nuralika Dayan Hidayah di Jakarta, Rabu (24/02/21).

Bermodalkan kamera, tim surveyor kelompok KKN tersebut mampu menghasilkan video cinematic yang berisi keindahan objek wisata Curug Batu Bodas dan mengunggahya di kanal YouTube yang nantinya akan disebar luaskan ke berbagai media sosial lainnya.

“Kami juga menyertakan deskripsinya dalam Bahasa Inggris supaya menjangkau wisatawan global,” jelas Nuralika.

Tak hanya strategi promosi melalui YouTube, kelompok ini sukses membuat artikel di situs Wikipedia yang berisi informasi seputar Desa Pulosari dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

“Kami juga menjangkau Wikipedia untuk memberikan informasi lebih detil tentang wisata tersebut dan desa Pulosari", katanya.

Meskipun dilakukan dengan pertemuan terbatas, masyarakat Desa Pulosari sendiri menyambut sangat baik dengan adanya program digitalisasi ini. Dodi, ketua pengelola Curug Batu Bodas mengakui kesulitan mempromosikan tempat wisata yang digadang-gadang dapat menggerakkan sektor ekonomi warga setempat.

“Sangat besar harapan masyarakat dengan adanya digitalisasi oleh mahasiswa Al Azhar ini. Karena tak sedikit masyarakat yang menggantungkan perekonomian mereka pada keberadaan Curug Batu Bodas ini, seperti menjadi pengelola tempat wisata maupun penjual produk pertanian dan kuliner", ujarnya.

Sementara itu, dosen pembimbing lapangan, Dhuha Hadiyansyah mengatakan bahwa KKN ini adalah bentuk tridarma perguruan tinggi, dalam hal ini pengabdian kepada masyarakat. “Selain kelompok 7 ini, ada sejumlah kelompok lain serta peserta KKN individu yang melakukan berbagai kegiatan di masyarakat sekitar secara daring,” katanya.

KKN Daring ini memakan waktu satu bulan. Selain Nuralika, mahasiswa lain yag tergabung dalam kelompok 7 adalah Marisa Andini, Muhammad Radifan Aufar, Tubagus Armand Fadhillah Djajasantosa, Wandha Ramadhani, Nurul Haya Nadila, Siti Saniyah Kohar, Dina Widyan Harni, Mitha Rachmayani, dan Putri Sulistyani Sholichatul Karimah.