Senin, 17 Desember 2018 - 11:34:52 WIB

Prajurit KOLINLAMIL Unjuk Gigi dalam Asean University Games 2018

Penulis : Redaksi
Kategori: OLAHRAGA - Dibaca: 562 kali


Prajurit Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Serda Pom Romdhon yang tergabung dalam Pelatnas tim dayung nasional berhasil meraih 2 emas dari nomor kelas perorangan rowing jarak 1000 meter dan beregu jarak 1000 meter pada kejuaraan Asean University games di Myanmar, Minggu (16/12).

Serda Pom Romdhon yang juga tergabung dalam tim dayung nasional pada Asian Games 2018, dan Lomba Perahu Naga Asia ke-13, di Fosan, China adalah prajurit Dinas Provoos Kolinlamil.

Dalam perhelatan olahraga antar mahasiswa se-Asia Tenggara ini, Serda Pom Romdhon turut dalam tim dayung nasional mahasiswa Indonesia.
ASEAN University Games yang digelar di Myanmar International Convention Center, berlangsung sejak 8-20 Desember 2018. Indonesia mengirim 180 atlet yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.
Ajang olah raga tingkat mahasiswa ini mempertandingkan 17 cabang olah raga dengan memperbutkan total 1.897 medali. Yakni 587 emas, 587 perak, dan 723 perunggu. Even dua tahunan ini menggelar sebanyak 201 kompetisi dan diikuti sebanyak 2.078 atlet dari negara-negara anggota ASEAN.

Raihan 39 emas, 22 perak dan 24 perunggu membawa Indonesia diurutan kedua klasemen sementara hingga Minggu 16 Desember 2018. Mengungguli tuan rumah Myanmar (peringkat ke-4), Malaysia (3) dan dibawah Thailand. Perhelatan Asia Tenggara “19th ASEAN University Games” (AUG ke-19) dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Myanmar U Myint Swe.

Indonesia mengikuti 13 dari 17 cabang olah raga yang dipertandingkan. “Yaitu wushu, badminton, bola voli, renang, catur, sepak takraw, atletik, dayung, panahan, bola basket, pentaque, karate, dan vovinam,” kata Didin.
Dalam sambutan pembukaan Wakil Presiden Myanmar U Myint Swe menyampaikan kepada seluruh peserta agar selalu mengingat tujuan pertandingan. Yaitu untuk menunjukkan keakraban dan rasa solidaritas negara-negara anggota khususnya generasi muda.

Pertandingan olah raga harus memberikan kesempatan bagi para atlet untuk dapat berinteraksi dan bertukar budaya dengan sesama anggota ASEAN. Indonesia selalu mendominasi perolehan medali sejak ASEAN University Games pertama kali digelar pada 1980. Swe berharap, ajang seperti ini menjadi tempat pembinaan atlet dan menambah pengalaman bertanding. “Sehingga kedepannya dapat menambah prestasi dan mengharumkan nama bangsa masing-masing", ujarnya.