Rabu, 18 Juli 2018 - 22:14:43 WIB

BKPM Gelar Market Sounding Proyek KPBU: Pengembangan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 320 kali


Badan Koordinasi Penanaman Modal bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Market Sounding Proyek KPBU: Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hasri Ainun Habibie. Proyek ini merupakan pengembangan proyek rumah sakit yang menjadi rumah sakit rujukan provinsi (tipe B) dengan kebutuhan investasi sekitar Rp. 841,8 miliar dan IRR sebesar 15,69%. Adapun mekanisme pengembalian investasi berasal dari pembayaran ketersediaan layanan (Availability Payment) yang bersumber dari APBD Provinsi Gorontalo dengan masa konsesi 20 tahun. Proyek ini juga direncanakan akan mendapatkan penjaminan pemerintah (Government Guarantee) melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Dalam acara ini, hadir 100 peserta yang meliputi investor yang bergerak di bidang perusahaan penyedia alat kesehatan, kontraktor, perbankan dan lembaga keuangan, konsultan serta asosiasi terkait. Beberapa perusahaan yang hadir dan tertarik antara lain: General Electric, Samsung C&T Corporation, PT Mega Global Pratama, Philips Indonesia Commercial, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Business France, PT Takenaka Civil Engineering & Construction, PT IDS Medical System Indonesia, PT Sojitz Indonesia, PT Gobel Dharma Nusantara, PT Indokoei International, PT Wijaya Karya Bangun Gedung, PT Nindya Karya, PT Istaka Karya, Rajafa Healthcare, PT Dharma Medipro, VAMED Healthcare Group, PT Paramount Bed Indonesia, Nickl & Partner, PT Jaya Obayashi, Nippon Koei, Co.Ltd, JGC Corporation, PT Berca Niaga Medika, dan beberapa kedutaan besar negara sahabat dari Inggris, Spanyol, Belanda, dan Austria.

Melalui keberadaan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat melayani 100% pengguna fasilitas BPJS Kesehatan di seluruh Provinsi Gorontalo dan masyarakat diluar wilayah Provinsi Gorontalo. Sehingga diharapkan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie dapat dijadikan sebagai pusat rujukan regional wilayah indonesia timur.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Tamba Parulian Hutapea dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui skema KPBU, RSUD yang didesain dan dibangun oleh investor swasta yang memiliki knowledge, expertise, best practice, serta capital, diharapkan dapat memberikan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik. Disamping itu, ditegaskan juga bahwa market sounding merupakan forum komunikasi antara pemerintah dengan calon investor yang sekaligus untuk mendapatkan masukan (feedback) terhadap penyempurnaan model kerjasama yang ditawarkan oleh pemerintah” ujarnya dalam sambutannya saat membuka kegiatan market sounding di Ruang Nusantara, BKPM, Rabu (18/07). Tamba menambahkan bahwa untuk mendapatkan feedback secara maksimal, disediakan waktu khusus dalam bentuk konsultasi proyek bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan, klarifikasi, serta pendapatnya kepada pemilik proyek atau PJPK.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa proyek pembangunan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie merupakan bagian dari upaya memajukan sektor kesehatan Provinsi Gorontalo dan telah dituangkan kedalam RPJMD Provinsi Gorontalo 2017-2022. Pada kesempatan ini juga, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Paris R.A Jusuf, menyampaikan komitmen dan dukungan terhadap proyek ini yang akan menggunakan APBD dalam hal pengembalian investasi.

Dalam sesi paparan, Asisten III Setda Pemerintah Provinsi Gorontalo, Weni Liputo, menjelaskan profil proyek RSUD dr. Hasri Ainun Habibie dan skema kerjasama yang ditawarkan, serta turut memberikan penjelasan Direktur Kerjasama Pemerintah Swasta dan Rancang Bangun -Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/BAPPENAS), Sri Bagus Guritno, tentang skema KPBU dalam penyediaan infrastruktur sosial menggunakan mekanisme Availability Payment dengan masa konsesi 20 tahun. Artinya pemerintah daerah akan melakukan pembayaran kepada investor secara bertahap atas tersedianya layanan fasilitas rumah sakit selama masa konsesi. Adapun cakupan proyek meliputi desain, pembiayaan, pembangunan, operasional, pemeliharaan, fasilitas gedung dan transfer termasuk didalamnya penyediaan alat kesehatan.