Minggu, 15 Juli 2018 - 10:13:10 WIB

Lawan Isu SARA, Caleg Perindo Rosyid Arsyad Siapkan Gerakan 99 Asma Ul Husna

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 252 kali


Calon Anggota Legislatif DPRD DKI Jakarta asal partai Perindo, Abdul Rosyid Arsyad memprekirakan, dalam Pemilu 2019 mendatang, utamanya Pileg, partai Perindo akan diterpa berbagai isu SARA, yang akan dengan sengaja dilemparkan oleh partai-partai lain, untuk menjegal para kader Perindo duduk di kusi Senayan maupun Kebon Sirih.

“Menurut saya sih kemungkinan dihajarnya isu SARA. Karena itu akan saya lawan dengan Gerakan 99 - Gerakan Asma ul Husna”, kata Rosyid Arsyad saat konferensi pers “Ketua Umum KPP Abdul Rosyid Arsyad Mengundurkan Diri dari Kader dan Bacaleg DPRD DKI Jakarta dari partai Gerindra, dan Bergabung Menjadi Kader dan Bacaleg DPRD DKI Jakarta dari partai Perindo”, di Kawasan Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (14/7).

Rosyid menjelaskan Gerakan 99 - Gerakan Asma ul Husna yang dimaksudnya. “Nomor urut saya di Perindo kan nomor 9. Dan partai Perindo 9, maka saya namai gerakan melawan isu SARA nanti dengan Gerakan 99 - Gerakan Asma ul Husna. Jadi setiap saya turun ke warga, semuanya membaca Asma ul Husna. Saya yakin ini bisa melawan isu SARA. Dan saya tantang kader dari partai yang mengaku partai Islam, untuk sama-sama membaca Al Quran”, kata jebolan Gema Nurul Huda Al Hizmi ini.

Melalui Gerakan 99 - Gerakan Asma ul Husna, Rosyid yakin akan mampu meraih suara maksimal di dapil 4 Cakung, Pulo Gadung dan Matraman.

“Saya asli orang Cakung. Orang tua dan keluarga saya juga asli Cakung. Jadi saya sangat memahami peta di Cakung, permasalahan-permasalahan di Cakung. Jadi komitmen saya itu, menyelesaikan permasalahan di Cakung. Dan alhamdulillah saat ini sudah terdata (KTP dan KK) itu sebanyak 2.500, belum termasuk alumni Gema Nurul Huda, tetangga, saudara, teman-teman. Kalkulasi kami, target minimal sekali itu 7 ribu suara. Yakin kita peroleh. Karena semua sudah terdata. Dan selama ini juga saya berkomunikasi terus dengan mereka. Dan memang saya ingin belajar, jadi wakil rakyat itu harus berkomunikasi dengan warga, dengan masyarakat. Jadi setiap permasalahan apa, warga selama ini langsung mengkomunikasikannya kepada saya”, papar Rosyid.

“Wilayah Cakung ini masih banyak yang banjir. Bagaimana banjir ini selesai, macet di Cakung ini juga selesai. Karena itu dibutuhkan inisiatif DPRD untuk turut menyelesaikan masalah yang bertahun-tahun ini. Kalo ada wakil rakyat disini, minimal Lurah, Camat nya gerah. Harus bener-bener baguslah wilayah ini. Dan ini salah satu komitmen saya”, lanjut sang Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP).

Saat konferensi pers Rosyid kembali menegaskan penguduran dirinya sebagai kader dan bacaleg partai Gerindra adalah karena “mahar politik” yang harus disetor oleh semua bacaleg kepada partai. Menurutnya, praktik politik transaksional seperti itu hanya akan “memenjara” para anggota legislative kelak, sehingga tidak dapat focus bekerja dan mengabdi kepada masyarakat.

“Adanya mahar politik itu sudah pasti tidak akan bisa mengurusin warga. Karena ada beban uang yang dikeluarkan, baik untuk partai maupun untuk kebutuhan kampanye. Kalau sudah caleg ini mengeluarkan uang banyak, pasti dia berfikir balik modal, nyari lebih, nyari untung, korupsi. Terlalu banyak mudhorotnya. Maka saya sarankan, teman-teman yang punya mahar politik atau janji-janji ke warga, sebaiknya dibuanglah itu, karena pasti terbebani”, tandasnya.

Rosyid mengakui, saat ini dirinya merasa cukup nyaman dengan bergabung sebagai kader dan caleg dari partai Perindo. “Saya nyaman di Perindo karena tidak ada biaya, sehingga tidak ada beban macam-macam. Dan sayakan dulu tim pemenangannya Anis-Sandi. Partai Perindo pendukung Anis-Sandi, jadi jangan sampai hubungan ini terputus. Terlebih konstituen saya, warga, keluarga semua mendukung. Itu membuat saya berani komitmen memberikan seluruh gaji saya bagi masyarakat Cakung. Gaji saya minimal 50 persen dikembalikan kepada anak yatim, koperasi, atau dikembalikan lagi untuk kemaslahatan warga disini. 50 persen lagi untuk kegiatan social, lingkungan, Pendidikan. Saya tantang caleg yang lain, berani nggak gaji semuanya diberikan kepada warga ?”, pungkas Caleg nomor urut 9 dari partai Perindo ini. (Bud)