Kamis, 12 Juli 2018 - 16:21:14 WIB

Drill Sea Survival Prajurit KRI Koarmada II Berlangsung Seru

Penulis : Redaksi
Kategori: TNI / POLRI - Dibaca: 152 kali


Menjelang pelaksanaan latihan Jungle and Survival Prajurit KRI Koarmada II, para peserta dari enam satuan kapal dan KRI Teluk Sampit-515 melaksanakan drill sea survival yang dilaksanakan di dermaga Sea Rider Satkopaska Koarmada II, Ujung Surabaya, Kamis, (12/07/2018).

Pasops Kolatkoarmada II Letkol Laut (P) Y.Y. Tamoni selaku Paopslat didampingi Mayor Laut (P) Donni Abraham Diman yang kesehariannya menjabat Kasiopslat Sops Kolat Koarmada II menyampaikan, hari ini seluruh peserta latihan melaksanakan drill diantaranya, pengenalan materi terakhir menuju KRI Nala-363 yang bersandar di dermaga penjelajah timur, tiap-tiap tim bergiliran sea survival setelah melompat ke laut dari geladak KRI tersebut.

Lanjutnya, apabila memungkinkan agar disiapkan perlengkapan selesai pelajaran life craft dan beberapa peserta melaksanakan sea survival dari KRI Nala menggunakan sekoci menuju ke Posko Denmalat Kolatkoarmada II yang berada di dermaga Sea Rider Kopaska. ”Hindari kehilangan peralatan tiap kelompok, masing-masing koordinator mengamankan perlengkapan baik personel maupun material. Sebelum melaksanakan latihan saya harapkan tidak ada masalah, dan apa yang diajarkan instruktur agar dipraktekan dengan benar tidak hanya cepat tapi bagaimana cara mempertahankan diri untuk kita tetap hidup”, tegasnya.

Para Instruktur dari Kolat Koarmada II selanjutnya memberikan materi cara praktek melempar life raft, seperti diketahui life raft adalah perahu penyelamat yang ada di kapal sebagai alat menyelamatkan diri bagi semua crew kapal dalam keadaan bahaya yang mengharuskan crew dan penumpang untuk keluar dan menjauh dari kapal tersebut. Para peserta juga menerima materi teknik meluncur dan mengawaki life raft, dilanjutkan peran peninggalan kapal yang disimulasikan dengan mempraktekan teknik melompat dari geladak KRI ke laut dan tiga orang tidak memakai swim vest dengan membuat pelampung dari pakaian yang dibawa.

Setelah berhasil bertahan dalam kelompok di dalam air, para peserta berenang menuju sekoci (diibaratkan life raft yang sudah mengembang), sekoci di dayung menuju dermaga sea rider. Dari masing-masing tim yang terdiri dari 7 orang mereka diawasi oleh para instruktur dari Kolatkoarmada, Kopaska dan Dislambair, serta tim kesehatan dari Diskes Koarmada II.