Rabu, 11 Juli 2018 - 14:15:52 WIB

Sayuran Sehat, Segar, dan Awet Berkat Biochar-Kompos

Penulis : Redaksi
Kategori: RAGAM BERITA - Dibaca: 186 kali


Tampilan sayuran yang segar, bersih, plus sehat membuat para ibu tertarik untuk membeli. Saat ini produk sayuran dengan kriteria tersebut bisa didapatkan dengan harga “ramah” berkat teknologi remediasi melalui pemanfaatan limbah pertanian.

Masyarakat hendaknya mulai sadar untuk memilih produk pertanian yang sehat sebagai bahan konsumsi sehari-hari supaya minimalisasi dampak kontaminan pertanian terhadap kesehatan. Kebutuhan makanan yang sehat tersebut harus dipenuhi dengan cukup.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengupayakannya dengan menyediakan inovasi teknologi ramah lingkungan untuk diadopsi masyarakat petani secara luas. Adopsi teknologi ini akan mencukupi kebutuhan produk pertanian sehat secara luas sehingga masyarakat dan generasi Indonesia akan sehat, cerdas, dan hebat.

Salah satu teknologi pertanian ramah lingkungan adalah teknologi remediasi melalui pemanfaatan limbah pertanian. Remediasi adalah kegiatan membersihkan permukaan tanah/lahan yang tercemar.

Teknologi remediasi dikenalkan pada masyarakat luas untuk mengatasi lahan pertanian yang tercemar bahan kontaminan seperti pestisida dan logam berat. Biochar atau arang aktif yang dikombinasikan dengan kompos merupakan salah satu teknologi yang dapat minimalisir kontaminan pada produk pertanian. Teknologi ini telah diterapkan di Kebun Percobaan (KP) Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) di Jl. Raya Jakenan-Jaken KM 5 Pati, Jawa Tengah.

Peneliti Balingtan, Elisabeth Srihayu Harsanti telah melakukan berbagai penelitian terkait dengan remediasi tanah. “Kombinasi limbah pertanian biochar tongkol jagung dan pupuk kandang (pukan) sapi atau ayam efektif sebagai bahan pembenah tanah untuk remediasi tanah sawah tercemar residu insektisida endosulfan,” tutur Harsanti.

Hasil penelitian Harsanti menunjukkan, aplikasi biochar yang dikombinasikan dengan kompos pukan ayam atau sapi mampu mempercepat penurunan α-endosulfan sekitar 66,5 % pada biochar: pukan ayam (1:4) dan 70,9% pada biochar:pukan sapi (1:4).

Dengan kombisansi yang sama hasil pada Musim Tanam (MT) I masing-masing meningkatkah hasil antara 4,3% dan 8,5% dan pada MT II meningkatkan hasil antara 9,7% hingga 13,1% pada tanaman padi. Pemberian biochar dikombinasikan kompos pupuk kandang juga meningkatkan hasil biomassa sawi sekitar 5,5% – 26,2 %.

KP Balingtan telah menerapkan teknologi remediasi pada produk sayuran seperti bayam, selada, sawi, kubis, bunga kol, tomat dan lain-lain. Produk-produk sayuran dan buah ramah lingkungan dikenalkan pada Bazar Produk Ramah Lingkungan melalui Aksi Peduli Lingkungan Pertanian yang dilangsungkan di Balingtan, Pati pada 1-7 Juli 2018.

Elis (48 tahun) menuturkan bunga kol yang dibeli dari KP Balingtan awet dan tetap segar disimpan dalam kulkas selama 3 minggu. "Bunga kol yang saya beli di KP Balingtan dapat bertahan hingga 3 minggu dalam lemari pendingin. Padahal biasanya kalau beli dari pasar umum sekitar 6 hari sudah benyek dan kusam,” tutur Elis.

Biochar - pukan juga dikenalkan pada salah satu kelompok wanita tani perkotaan di Pati. Mereka menerapkan teknologi tersebut untuk bertanam sayuran seperti cabai, tomat, terong, bayam, dan seledri tanpa pestisida kimia.

“Tomat hasil panenannya awet, tetap segar dan renyah disimpan dalam waktu lama", tutur Nurhayati salah seorang anggotanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa produk pertanian yang ramah lingkungan, dapat memberikan penampilan yang baik, awet, serta sehat dikonsumsi.