Jumat, 25 Mei 2018 - 18:50:27 WIB

Indonesia Masih Kekurangan Tenaga Ahli Bidang Digital

Penulis : Redaksi
Kategori: DIDAKTIKA - Dibaca: 446 kali


Meski perkembangan dunia digital di Indonesia sudah cukup baik, yang ditandai dengan menjamurnya e-commerce sebagai salah satu pemanfaatan teknologi digital dibidang ekonomi, namun rupanya ketersediaan tenaga ahli/teknisi digital masih sangat terbatas.

"Ini peluang dan tantangan", kata CEO Arrbey, Handito Joewono dalam talk dhow "Indonesian Digital Workforce Readiness" di kawasan Podomoro City, Jakarta, Kamis (24/5).

Talk show yang digelar oleh Asosiasi Digital Entrepeneur Indonesia (ADEI) berkolaborasi dengan EWWON Digital ini menghadirkan nara sumber Bayu Prawira Hie (Sekjen ADEI), Handito Joewono (CEO Arrbey), dan Agus Nurdin (Managing Director Nielsen Indonesia).

Menurut Handito, kesiapan pekerja digital di Indonesia memang sudah pada level yang cukup baik dengan keberadaan beberapa lembaga pendidikan yang menyediakan tenaga kerja (teknik) yang berkompeten (dibidang digital).

"Masalahnya, jumlahnya tidak cukup, sehingga yang terjadi, saling bajak, teknisi digital menjadi mahal", ujarnya.

Karenanya, lanjut Handito, Indonesia perlu serius melakukan percepatan pengembangan potensi manusia di bidang digital. "Dibutuhkan pengembangan SDM besar-besaran di bidang digital, kalo tidak mau jauh tertinggal dari negara lain", ujarnya.

Sekjen ADEI, Bayu Prawira Hie menambahkan, pengembangan SDM besar-besaran dibidang digital tersebut harus dimulai dari dunia pendidikan, sejak usia dini.

"Kita harus berani keluar dari metode pendidikan yang hanya mengajarkan konten. Harus berani beralih mengajarkan digital kepada anak sejak usia dini. Guru membentengi (dampak negatif) dengan mengajari sosialitas, moralitas dan etika yang baik", jelasnya. (bud/pur)