Sabtu, 07 April 2018 - 04:12:15 WIB

Betawi B@ngkIT, "Kami Umat Islam Tidak Maafkan Kecuali Masuk Penjara"

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 302 kali


Puisi Sukmawati rupanya juga mengusik para budayawan Betawi. Meski Sukmawati telah menyatakan permintaan maaf atas puisinya yang menyinggung umat Islam, namun para budayawan Betawi yang tergabung dalam Betawi B@nkIT berharap, kepolisian terus memproses pelaporan yang sudah dilakukan oleh ormas Islam beberapa hari lalu.

"Kami selaku pelaku budaya, praktisi ekonomi, kami hanya mengingatkan dan memohon kepada yang berwajib agar Sukmawati dihukum seberat-beratnya", kata Ketua Umum Betawi B@nkIt, David Darmawan disela-sela "Deklarasi Anti Hoax, Anti Fitnah dan Anti Hate Speech" di depan masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/4).

Menurut David, puisi Sukmawati sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang tokoh nasional, anak pendiri bangsa, terlebih ditengah kondisi sosial yang mulai kondusif.

"Kita bukan politikus. tapi kita jadi geram. Sebab ditengah kondisi yang mulai kondusif, Sukmawati, anak pendiri bangsa ini, memacah belah lagi, memecah belah umat, bikin orang kembali emosional. Kalo mau kampanye silahkan, jangan bawa-bawa hal negatif. Ini suatu proses pembodohan terstruktur", ujarnya.

David menghimbau, para elit politikus daripada cuma saling serang di media massa, legih baik bertarung secara produktif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kalo mau bertarung silahkan bertarung yang baik : bangun infrastruktur, hilangkan hutang, naikkan daya beli masyarakat, sejahterakan buruh. Cari cara-cara untuk meningkatkan indeks produktivitas, meng offset kan hutang-hutang di balance sheet kita, agar Indonesia lebih makmur lagi. Gak perlu pake black campaign segala", tandasnya.

"Kami berharap pihak berwajib dapat melokalisir kasus ini agar tidak melebar kemana-mana, agar tidak saling tempur dan sporadis lagi", pungkas David. (Bud/pur)