Selasa, 02 Mei 2017 - 21:50:17 WIB

"Kongkalikong Amatiran" PT PPN, Jadikan BAPP Kambing Hitam

Penulis : Redaksi
Kategori: POLITIK DAN HUKUM - Dibaca: 716 kali


Raja- PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dinilai sangat "amatiran" saat merealisasikan Purchasing Order (PO) 4.500 kilo liter (kl) Solar, senilai Rp 34 milyar, yang dipesan oleh seorang bernama Andi Basta Setyawan Larengkeng SE, yang mengaku bertindak atas nama PT Bumi Asri Prima Pratama (PT. BAPP). Pasalnya PT PPN melakukan pengiriman barang tanpa pernah melakukan recek kebenaran PO tersebut kepada PT BAPP.

"Klien kami tidak pernah memberikan kuasa kepada siapapun, dan sebagai sebuah perusahaan besar, PT. PPN seharusnya melakukan konfirmasi balik ke kantor PT. BAPP terlebih dahulu dan bukan langsung memberikan solar tersebut (kepada Andi Basta)", kata Kuasa Hukum PT BAPP, Victor Simanjuntak, pengacara dari Victor and Victor Counselors at Law, dalam jumpa pers, di Warung d pitiq jalan Ampera Jakarta Selatan, Selasa (2/3).

Victorpun menuturkan, kasus perdata yang menyeret kliennya, PT BAPP, bermula dari adanya PO 4.500 kilo liter (kl) bahan bakar Solar, senilai Rp 34 milyar yang diajukan oleh Andi Basta Setyawan Larengkeng SE pada tanggal 18-19 Maret 2015 lalu. PO tersebut menggunakan kop surat milik PT. BAPP. Andi Basta kemudian mengirimkan uang sejumlah Rp 4 milyar ke rekening PT. PPN, sebagai pembayaran awal dari PT. BAPP, namun melalui rekening atas nama Sylviana Rizal.

"Padahal PT. BAPP selain tidak pernah melakukan pemesanan, juga tidak mengenal Andi Basta maupun Sylviana Rizal. Diduga nama Sylviana adalah palsu", ujarnya.

Dalam perjalanan PO tersebut, atas kekurangan pembayaran sebesar Rp 30 milyar, PT PPN pun melakukan tagihan kepada PT BAPP. Dari sini dimulai perseteruan diantara keduanya, dengan cara PT. PPN melakukan laporan kasus Perdata ke pihak Pengadilan Jakarta Selatan dengan alasan tidak mau membayar order bahan bakar minyak jenis solar. "Maka terungkaplah satu persatu apa yang terjadi sebenarnya", jelas Victor.

Victor memaparkan, banyak kejanggalan yang terungkap dalam sidang yang sudah berjalan 11 bulan ini. Selain terungkapnya Andi Basta telah memalsukan dokumen Purchasing Order dengan memakai kop surat milik PT. BAPP, dan tidak dikenalnya nama Sylviana Rizal oleh PT BAPP, juga terdapat keanehan alamat penerima 4.500 kl solar tersebut yakni di sebuah perumahan Boulevard Kelapa Gading Jakarta Utara.

"Kira-kira menurut anda, untuk menampung solar sebanyak itu di daerah perumahan bagaimana caranya ?" tanya Victor.

Keanehan lainnya, tambah Victor, ketika tertulis tanggal pada dokumen Purchase Order yang diajukan Andi Basta pada tanggal 18 -19 Maret 2015 namun pengiriman sudah dilakukan pada tanggal 17 Maret.

"Ketika saya tanyakan hal tersebut, mereka mengelak jika pada tanggal 10-11 Maret 2015 sudah dilakukan Purchase Order, namun ketika saya tanyakan dokumennya, mereka mengatakan sudah dimusnahkan, kok dokumen penting dimusnahkan ? ada apa ?" ujar Victor yang merasa heran jika PT. PPN yang notabene adalah perusahaan Negara, namun dengan seenaknya memusnahkan dokumen penting. Dan hal inilah yang membuat Victor semakin yakin jika memang ada sebuah konspirasi kriminal antara PT PPN dengan Andi Basta.

Pihak PT. BAPP sendiri berkeyakinan jika kasus perdata ini akan dimenangkan, karena seluruh dokumen yang diajukan oleh pihak PT. PPN yang mengatasnamakan PT. BAPP adalah palsu Untuk itu, PT. BAPP berencana melakukan gugatan balik kepada PT. PPN. Sementara Andi Basta yang pernah mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Luwu Utara, Sulawesi Tenggara tahun 2015 sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus penipuan. (bud/pur)