Rabu, 05 Oktober 2016 - 15:15:43 WIB

KSAL Pimpin Upacara HUT TNI ke 71 di Mako Koarmabar

Penulis : Redaksi
Kategori: POLITIK DAN HUKUM - Dibaca: 262 kali


Raja- Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan HUT ke-71 TNI tahun 2016 di Lapangan Arafuru, Markas Komando (Mako) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Jalan Gunung Sahari Raya No.67, Jakarta Pusat, Rabu (5/10).

Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., mengatakan, tema pokok pada kegiatan HUT ke-71 TNI ini adalah "Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri Dan Berkepribadian". Makna yang terkandung dalam tema adalah TNI tumbuh dan berkembang serta berjuang bersama rakyat, inilah esensi ciri kesejatian TNI, yang tidak boleh pudar ditengah-tengah arus globalisasi yang terus bergerak secara dinamis. Kesejatian tersebut harus terus ditumbuh kembangkan dan diselaras serasikan dengan pola pikir kehidupan masyarakat yang semakin modern, sehingga kecintaan akan tetap terbangun sebagai modal pokok karena bersama rakyat TNI kuat dalam menjaga dan melindungi NKRI.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, selama ini TNI telah dan akan terus memberikan sumbangsihnya kepada bangsa dan negara baik melalui Operasi Militer Perang (OMP) ataupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam tugas OMSP berbagai tugas telah dilakukan oleh prajurit TNI dengan baik yang melebihi panggilan tugas. Tugas-tugas tersebut merupakan refleksi prestasi dan kinerja optimal yang dipersembahkan TNI kepada rakyat Indonesia, seperti penanggulangan kebakaran hutan, bantuan kepada korban bencana alam banjir bandang dan longsor seperti yang menimpa masyarakat di Garut dan Sumedang Jawa Barat serta keberhasilan TNI dalam melaksanakan Operasi Tinombala dalam rangka menumpas aksi terorisme.

Dikatakan pula oleh Panlima TNI bahwa pembangunan kekuatan TNI akan terus dilaksanakan dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan pada tahap sebelumnya guna menuju pencapaian Pembangunan Postur Ideal. Pembangunan kekuatan TNI tetap difokuskan kepada modernisasi Alutsista, pembangunan organisasi, pembangunan sarana prasarana terutama di pulau-pulau strategis yang disesuaikan dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis dan ketersediaan anggaran.

Pembangunan pulau terluar tentu yang bersifat strategis merupakan salah satu bentuk kebijakan pembangunan kekuatan TNI yang dijadikan pedoman guna mendukung pelaksanaan tugas pokok dan perannya sebagai alat pertahanan negara. Pembangunan prioritas pulau terluar yang sedang dan yang akan dilaksanaknan tersebut adalah Pulau Natuna, Pulau Yamdena (Kota Saumlaki), Pulau Selaru, Pulau Morotai, Pulau Biak dan Kabupaten Marauke.

Mengakhiri amanatnya Panglima TNI menekankan bahwa prestasi dan kinerja optimal TNI yang telah mendapatkan penilaian positif dari publik harus senantiasa dipertahankan bahkan perlu ditingkatkan lagi dimasa mendatang. Implementasinya prajurit TNI harus selalu peka dan peduli terhadap permasalahan dan mengatasinya dengan turun langsung ke lapangan bersama masyarakat melalui kegiatan bhakti TNI. (BUD/Dips)