Minggu, 18 Oktober 2020 - 08:22:47 WIB

Deteksi Kanker Hati Sejak Dini Dengan Pemantauan Rutin Hepatitis

Penulis : Redaksi
Kategori: LIPUTAN EKSLUSIF - Dibaca: 1337 kali


Dalam rangka peringatan Bulan Peduli Kanker Hati di bulan Oktober, Cancer Information Support Center (CISC) mengadakan 2 (dua) sesi Instagram (IG) Live dengan fokus Kanker Hati dengan topik pertama "Semangatku, Semangatmu Mengalahkan Kanker Hati" Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan Sejak Dini, serta topik kedua Pahami Gejala, Faktor Risiko dan Penanganan Kanker Hati dalam Masa Pandemi COVID-19 sebagai bagian dari seri edukasi masyarakat tentang kanker di masa pandemi. Sesi IG Live menghadirkan narasumber Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN 2012-2014, pendiri Harian Disway dan Dr. dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM, spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi dengan dipandu oleh moderator Shahnaz Haque.

Dalam laporan Global Cancer Incidence, Mortality and Prevalence (GLOBOCAN) 2018 dipaparkan bahwa di Indonesia, kanker hati secara keseluruhan memiliki angka insidensi sebesar 18.468 kasus. Kanker hati juga merupakan penyebab kematian karena kanker peringkat ke-empat dengan angka prevalensi 5 tahun yang rendah sebesar 14.383 kasus. Hepatoselular karsinoma merupakan salah satu tipe kanker hati primer yang paling umum dengan perburukan penyakit yang sangat buruk serta tingkat kematian yang tinggi. Pada penelitian yang dilakukan secara retrospektif antara Januari 2015 hingga November 2017 di 2 (dua) rumah sakit yang memberikan pelayanan onkologi di Jakarta tercatat 282 pasien terdiagnosis hepatoselular karsinoma dimana 23,4% pasien meninggal dalam rentang waktu 6 bulan.

Di Indonesia, pasien dengan riwayat infeksi hepatitis memiliki risiko tinggi terhadap kanker hati. Dalam sesi IG Live dr. Irsan menekankan pentingnya bagi pasien hepatitis untuk melakukan pemeriksaan secara rutin untuk dapat mendeteksi risiko kanker hati sejak stadium dini. Dr. dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM mengatakan, “Pasien dengan riwayat hepatitis B dan C memiliki risiko kanker hati lebih tinggi. Dari 100 pasien kanker hati, 60 di antaranya akibat infeksi virus hepatitis, dan 40 karena fatty liver dan penyebab lain. Sementara itu, dari 60 pasien kanker hati yang disebabkan infeksi virus hepatitis, mayoritas atau sekitar 60-70% hepatitis B dan sisanya sekitar 30-40% hepatitis C. Oleh karena itu, sangat penting bagi pasien hepatitis, khususnya B dan C untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali untuk dapat memantau perkembangan penyakit hepatitisnya dan mendeteksi risiko kanker hati sejak dini. Penanganan kanker hati yang dilakukan dengan optimal sejak stadium dini dapat meningkatkan harapan hidup secara bermakna. Selain itu, berbagai pilihan terapi termasuk terapi target dan imunoterapi telah berkembang di dunia dan beberapa di antaranya telah tersedia di Indonesia".

Dahlan Iskan menyampaikan pengalaman perjalanan penyakit kanker hati yang dialaminya dengan topik Semangatku, Semangatmu Mengalahkan Kanker Hati: Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan Sejak Dini. Beliau menyampaikan kisah perjuangannya melawan kanker hati yang terlambat dideteksi dari infeksi hepatitis B yang dialaminya. Dahlan juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi hepatitis B agar tidak terlambat diobati dan melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi risiko kanker hati,

"Pengalaman saya mengajarkan bahwa pemeriksaan kesehatan yang rutin di awal untuk mengetahui hepatitis B dan risiko kanker hati sangat penting agar tidak terlambat dideteksi dan diobati. Karena terlambat diobati, saya bertahun-tahun berjuang mengalahkan kanker hati sehingga pada akhirnya saya terpaksa untuk melakukan transplantasi hati. Oleh karena itu saya menghimbau, selain kita harus menjaga pola hidup sehat, sangat penting juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengetahui risiko-risiko kesehatan kita agar dapat ditangani sejak awal", paparnya.

Aryanthi Baramuli Putri, Ketua Cancer Information dan Support Center menyampaikan “Kunci utama keberhasilan penanganan kanker hati adalah ditemukannya kanker dalam stadium dini. Kami melihat peringatan Bulan Peduli Kanker Hati ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan edukasi masyarakat mengenai gejala, faktor risiko, serta deteksi dini kanker hati sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan penanganan kanker hati yang lebih baik. Selain itu, pada masa pandemi Covid-19 ini, para pasien kanker, sebagai kelompok berisiko tinggi memiliki kekhawatiran terkait kelangsungan pengobatan mereka. Dari 2 (dua) sesi IG Live ini, kami berharap pasien, keluarga pasien dan penyintas kanker mampu memahami pentingnya komunikasi dan diskusi yang terbuka dengan dokter terkait deteksi dan penanganan kanker hati yang optimal untuk memastikan peningkatan harapan hidup dan kualitas hidup yang baik".