Kamis, 22 November 2012 - 23:07:47 WIB

Wayan Koster Bantah Terima Fee Proyek Hambalang

Penulis : Redaksi
Kategori: POLITIK DAN HUKUM - Dibaca: 551 kali


Jakarta-- Anggota Komisi X DPR I Wayan Koster membantah telah menerima fee dari Grup Permai terkait proyek pembangunan wisma atlet di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Tidak pernah menerima uang", kata Koster saat menjawab pertanyaan dari Hakim Ketua Sudjatmiko, saat menjadi saksi untuk terdakwa mantan anggota Banggar DPR Angelina Sondakh di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/11).

Koster membantah telah menerima, baik mengantongi uang dari Grup Permai secara langsung maupun melalui stafnya. Bantahan ini sontak bertolak belakang dengan kesaksian sejumlah karyawan Grup Permai sebelumnya.

Meski begitu, Koster tak menampik pernah bertemu dengan Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang. Pertemuan tersebut terjadi sebentar di lobby gedung DPR. Kala itu, Mindo sempat memberikan kartu nama ke dirinya.

Koster juga pernah bertemu Rosa di Restoran Pulau Dua, Jakarta. Namun menurutnya tak ada pembicaraan apa-apa dengan Rosa. "Waktu di Pulau Dua tidak bicara apapun karena hanya bertemu dan makan. Waktu itu hanya berdua saja", ujarnya.

Koster juga membantah melakukan pembicaraan proyek pembangunan wisma atlet di Jakabaring Palembang dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin. Ia mengenal Nazaruddin karena sama-sama berstatus sebagai anggota Banggar kala itu.

Mendengar pengakuan Koster, anggota majelis hakim Hendra Yospin meminta penuntut umum untuk segera melakukan konfrontasi. Keterangan politisi PDIP itu harus diuji dengan keterangan stafnya, Budi Supriatna dan sejumlah karyawan Grup Permai.

Sebelumnya, Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis mengungkapkan 16 aliran uang untuk Angie dan Wayan Koster dari perusahaannya sebagai imbalan dari proyek di universitas. Karyawan Grup Permai yang lain, Dewi Untari mengaku pernah menyerahkan uang titipan ke anggota Komisi X DPR Wayan Koster. Penyerahan uang ini atas perintah dari Yulianis. (BUD/HOn)