Kamis, 19 September 2019 - 18:11:32 WIB

"25 Tahun Ai Syarif Berkarya", Kolaborasi Fashion-Charity Demi SDM Anak Unggul

Penulis : Redaksi
Kategori: INFOTAINMENT - Dibaca: 323 kali


Mendengar nama Ai Syarif tentu tak akan lepas dengan dunia entertaint, seni dan budaya. 25 tahun berkarir dibidang entertaint - utamanya fashion desainer-  telah membuat nama Ai Syarif seolah tak dapat lepas dari perjalanan, perkembangan mode dan fashion di tanah air.

Namun masih adakah obsesi bagi pria yang telah meraih banyak sukses dalam 25 tahun karirnya ini ? "Setiap hari saya selalu ada obsesi. Tapi saya juga punya obsesi bagi bangsa ini : bagaimana agar anak-anak Indonesia kelak menjadi SDM unggul", kata fashion desainer Ai Syarif didampingi sahabatnya Lia Candrasari disela-sela "25 Tahun Ai Syarif Berkarya", di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (18/9).

Ai mengaku sangat sedih masih melihat banyak anak Indonesia yang harus berjuang menempuh perjalanan berkilo-kilo meter berjalan kaki untuk mendapatkan pendidikan. Karena itu kegiatan "25 Tahun Ai Syarif Berkarya" ini dikolaborasikannya dengan kegiatan charity donasi buku bagi anak-anak di pelosok negeri. "Kegiatan ini memang sekalian charity. Jadi saya libatkan teman-teman (desainer, artis) semua. Ini bukan kampanye ya...tapi ini suara dari insan-insan fashion, dimana kita tidak hanya menjual produk produk fashion yang baik, tapi juga bagaimana caranya kita berkontribusi mendidik anak-anak yang akan menjadi penerus kita. Regenerasi ini sangat penting. Ditangan merekalah nanti kita titupkan bangsa ini", ujarnya.

Ai menuturkan, selama ini sebenarnya ia bersama para sahabatnya sering melakukan kegiatan serupa (charity/sosial), namun tanpa publikasi. "25 tahun kita gerilya, tanpa publikasi. Kami sangat sedih kalo ada temen-temen ngajakin berpartner, tapi ingin tampil menonjol. Bukan itu tujuannya. Kita dibawah tanah saja. Kita berbuat sesuatu untuk anak-anak Indonesia.

Saya kalo cuman mau masukin baju ke fashion week, kan cuma tinggal didata, gantung selesai. Tapikan kenapa nggak kita berkumpul bagi anak-anak Indonesia. Sedih lo melihatnya, mereka ada yang berkilo kilo jalan tanpa sepatu, meniti jembatan yang sudah putus, cuman untuk belajar, untuk tahu seauatu. Sementara jaringan internet tidak sebagus di sini (Jakarta). Jadi sangat betul rencana pak Jokowi untuk memindahkan ibu kota, salah satunya agar akses di daerah juga lebih lancar.", paparnya.

Hal senada disampaikan Lia Candrasari. Pengusaha tambang ini melihat begitu banyak permasalahan yang harus dihadapi anak-anak di daerah.

"Saya back groundnya kan pengusaha tambang. Ini membuat saya keliling Indonesia. Jadi saya melihat sendiri, banyak sekali permasalahan di negeri ini yang harus kita selesaikan. PR kita banyak sekali. Karena itu ayo kita dukung pak Jokowi (menyelesaikan permasalahan yang banyak itu)", ujarnya.

"Jadi jangan kita hanya bisa mengeluh, protes ke pemerintah. ayo kita buat sesuatu, Pengumpulan buku ini baru berjalan sebulan, tapi ini sampai Desember dan program ini tidak akan putus. Ini salah satu bentuk kepedulian kita pada anak-anak, generasi mendatang yang akan menjadi penerus pembangunan. Kita ingin mereka paling tidak memiliki ilmu pengetahuan yang sama bahkan lebih baik dari kita sendiri. Intinya kami mendukung program pak Presiden Jokowi menciptakan SDM unggul", pungkas Lia.