Senin, 16 September 2019 - 20:19:47 WIB

Mitsubishi Perluas Investasi di Indonesia Sebesar USD 130 Juta

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 321 kali


Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) siap memfasilitasi perluasan investasi di Indonesia yang disampaikan salah satu perusahaan terbesar asal Jepang, yaitu Mitsubushi Chemical Corporation (MCC). Melalui anak perusahaannya, PT. MC PET Film Indonesia (MFI) akan membangun fasilitas baru untuk meningkatkan kapasitas produksi polyester film, sesuai dengan meningkatnya permintaan pada bidang industri polyester film terutama di Eropa. Rencananya perluasan akan selesai pada akhir tahun 2021 dengan nilai investasi sebesar USD 130 juta. MCC telah memproduksi polyester film untuk aplikasi optik, industri dan pengemasan pada lima fasilitas produksi berlokasi di Jepang, Cina, Indonesia, Amerika Serikat, dan Jerman.

Kepala BKPM Thomas Lembong menyatakan bahwa berbagai upaya untuk meningkatkan penamaman modal dan juga pelayanan kepada investor terus dilakukan. Hal ini merupakan kerja nyata yang dilakukan oleh seluruh jajaran di BKPM dalam menjalankan visi Presiden RI Joko Widodo untuk melayani investor baik asing maupun domestik secara lebih baik.

“Salah satu kemajuan penting yang telah dicapai BKPM yaitu dari sisi pelayanan dan kemudahan bagi investor. Di era persaingan saat ini, pelayanan dan kemudahan bagi investor menjadi faktor yang sangat penting bagi mereka untuk memutuskan berinvestasi. Kami selalu menyambut baik investasi-investasi yang masuk dan kami fasilitasi sebaik mungkin kebutuhan mereka", ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Jakarta, Senin (16/09).

Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi menyatakan bahwa upaya pemerintah mengeluarkan insentif penanaman modal tax holiday tahun 2018 yang lalu mulai membuahkan hasil. Dengan mekanisme yang baru, tidak sedikit perusahaan memperhitungkan investasi skala besarnya di Indonesia. Perusahaan ini terdiri dari investor loyal yang ingin melakukan perluasan dan juga investor baru. Khususnya untuk investor Jepang, kabar disetujuinya satu perusahaan Jepang yang mendapatkan tax holiday sangat cepat menyebar di kalangan pengusaha.

"Hal ini memberikan dampak positif yang luar biasa bagi Indonesia. Selain Mitsubishi Chemical, setidaknya tercatat ada delapan perusahaan yang sedang dalam tahap serius mempertimbangkan usahanya di Indonesia. Diantaranya di sektor otomotif, kimia dasar, makanan dan minuman, pembangkit listrik, dan jasa lainnya. Salah satu arahan Kepala BKPM Bapak Thomas Lembong untuk melakukan after care service dan pengawalan investor terbukti ampuh mendorong investor existing melakukan perluasan investasinya," jelasnya.

Di pasar polyester film, MCC mengantisipasi pertumbuhan berkelanjutan dalam aplikasi optik untuk tampilan. Selain itu, permintaan polyester film terutama untuk proses pembuatan komponen elektronik menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa.

“Faktor-faktor di balik pasar yang menguntungkan ini termasuk perluasan penggunaan komponen elektronik dalam industri otomotif dan peningkatan produksi komponen elektronik, seperti Multilayer Ceramic Capacitors (MLCCs) yang didorong oleh meningkatnya jumlah BTS yang kompatibel dengan 5G dan peningkatan yang berkelanjutan dalam peralatan telekomunikasi", jelas Presiden Direktur PT. MFI Bambang H. Sastrosatomo.

MFI telah bekerja untuk memenuhi kenaikan permintaan pasar dengan meningkatkan efisiensi pabrik saat ini dan langkah-langkah lainnya, dan mampu memproduksi 20.000 ton polyester film setiap tahunnya. Akan tetapi, dengan pertimbangan proyeksi pertumbuhan permintaan, MFI memutuskan untuk membangun fasilitas baru dengan skala 25.0000 ton per tahunnya, yang berarti akan meningkatkan kapasitas produksinya lebih dari dua kali lipat, yaitu menjadi 45.0000 ton.

Menurut data BKPM, Jepang merupakan negara investor kedua terbesar di Indonesia dalam kurun waktu 2014 Triwulan II 2019, dengan total realisasi investasi mencapai USD 23,3 miliar. Investasi asal Jepang didominasi sektor peralatan transportasi dan transportasi lainnya (28%); listrik, gas dan air (22%); perumahan, kawasan industri dan perkantoran (10%); serta mesin, elektronik, peralatan kesehatan, optik (7%). Wilayah terbesar berada di Pulau Jawa (94%) dan Sumatera (5%). Sedangkan realisasi investasi Jepang di Triwulan II tahun 2019 ini mencapai USD 1,22 miliar, USD 1,13 miliar di Triwulan I tahun 2019, dan USD 4,95 miliar pada tahun 2018.