Rabu, 21 Agustus 2019 - 22:27:47 WIB

Xiaomi Bukukan Laba Bersih Naik 71,7% pada Kuartal Ke-2 Tahun 2019

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 341 kali


Xiaomi Corporation (“Xiaomi” atau “Grup”; Kode Bursa Saham: 1810), hari ini mengumumkan laporan keuangan yang belum diaudit pada kuartal ke-2 dan bulan ke-6 yang diakhiri pada tanggal 30 Juni 2019.

Pada semester pertama tahun 2019, Xiaomi melaporkan performa hasil perhitungan konsensus, yang didukung oleh strategi ganda “Smartphone dan AIoT” yang menawarkan efisiensi operasional serta ketahanan risiko bisnis. Dalam periode tersebut, total pendapatan dari perusahaan meningkat sebesar 20,2% atau sekitar sekitar RMB 95,71 miliar atau setara dengan Rp 193,19 triliun (dengan asumsi kurs RMB 1 setara dengan Rp 2.018,50 per 21 Agustus 2019 pukul 10:00 WIB). Pendapatan yang berasal dari bisnis internasional mencapai RMB 38,6 miliar (Rp 77,91 triliun), yang berkontribusi lebih dari 40% dari total pendapatan tersebut. Laba bersih (pengukuran non-IFRS) mencapai RMB 5,72 miliar (Rp 11,54 triliun), meningkat sebesar 49,8% dari pertumbuhan tahun ke tahun (“YoY”). Pada kuartal ke-2 tahun 2019, total pendapatan Xiaomi meningkat sebesar 14,8% menjadi RMB 51,95 miliar (Rp 104,86 triliun). Laba bersih (pengukuran non-IFRS) adalah RMB 3,64 miliar (Rp 7,34 triliun), menunjukkan peningkatan tahun ke tahun yang signifikan sebesar 71,7%.

Gambaran keuangan semester pertama tahun 2019

- Total pendapatan mencapai sekitar RMB 95,71 miliar (Rp 193,19 triliun), meningkat 20,2% dari tahun ke tahun.
- Laba kotor mencapai sekitar RMB 12,47 miliar (Rp 25,17 triliun), meningkat 25,3% dari tahun ke tahun.
- Laba bersih mencapai sekitar RMB 5,15 miliar (Rp 10,39 triliun).
- Laba bersih yang disesuaikan dengan pengukuran non-IFRS mencapai sekitar RMB 5,72 miliar (Rp 11,54 triliun), meningkat 49,8% dari tahun ke tahun.
- Keuntungan per saham adalah RMB 0,214 (Rp 431,959)

Gambaran keuangan kuartal kedua tahun 2019

- Total pendapatan mencapai sekitar RMB 51,95 miliar (Rp 104,86 triliun), meningkat 14,8% dari tahun ke tahun.
- Laba kotor mencapai sekitar RMB 7,26 miliar (Rp 14,65 triliun), meningkat 28,4% dari tahun ke tahun.
- Laba bersih mencapai sekitar RMB 1,96 miliar (Rp 3,95 triliun).
- Laba bersih dengan pengukuran non-IFRS mencapai sekitar RMB 3,64 miliar (Rp 7,34 triliun), meningkat 71,7% dari tahun ke tahun.
- Keuntungan per saham adalah RMB 0,082 (Rp 165,517).

Xiaomi Founder, Chairman dan CEO, Mr. Lei Jun menyatakan, “Berkat usaha keras Xiaomi, kami mampu mencapai pertumbuhan bisnis yang solid, mencetak laba dan menjadi perusahaan termuda dalam daftar Fortune Global 500 pada tahun 2019, walaupun menghadapi tantangan ekonomi global. Performa kami merupakan bukti kesuksesan strategidual-engine dari “Smartphone + AIoT” dan model bisnis dari Xiaomi. Kedepannya, kami akan selalu memperkuat kapabilitas dari litbang dan investasi kami dalam memanfaatkan kesempatan yang besar dari kehadiran pasar 5G dan AIoT serta upaya yang kuat untuk mencapai cita-cita perusahaan.”


Meningkatkan laba bruto dari bisnis smartphone dengan keunggulan multi-brand dari Xiaomi

Pada semester pertama tahun 2019, pendapatan darismartphone Xiaomi mencapai sekitar RMB 5,9 miliar (Rp 11,9 triliun); dimana total pendapatan keseluruhan perusahaan pada kuartal ke-2 dari tahun 2019 adalah RMB 32 miliar (Rp 64,59 triliun), yang kontribusi utamanya adalah dari tingkat penjualan smartphone dan peningkatan rerata harga jual (ASP). Menurut Canalys, Xiaomi menduduki peringkat ke-4 di dunia dalam pengapalan smartphone pada kuartal ke-2 tahun 2019. Berkat pengembangan secara konstan terhadap portofolio produk Xiaomi dan dedikasinya dalam menjadikan Redmi sebagai brand yang independen, strategi multi-brand ini menghasilkan keuntungan yang lebih besar; laba bruto meningkat luar biasa dari 3,3% pada kuartal pertama menjadi 8,1% pada kuartal ke-2, bahkan rerata harga jualsmartphone di Tiongkok dan pasar internasional mengalami pertumbuhan tahun ke tahun masing-masing sebesar 13,3% dan 6,7%, dengan pendapatan dari smartphone seharga lebih dari RMB 2.000 (Rp 4,03 juta) yang berkontribusi sebesar 32,3% dari total pendapatan segmen smartphone.

Setelah peluncuran dari seri flagship Mi 9 dan Redmi Note 7 pada kuartal pertama tahun 2019, Xiaomi kemudian meluncurkan model flagship seri K20 yang menekankan pada efisiensi harga yang luar biasa pada kuartal ke-2, berhasil menciptakan portofoliosmartphone yang melengkapi keberagaman harga. Pada kuartal kedua, tingkat penjualan smartphone mencapai 32,1 juta unit. Tingkat penjualan global seri Redmi Note 7 mencapai 20 juta unit per 30 Juni 2019. Selain itu, pengapalan seri K20 secara global telah mencapai lebih dari 1 juta unit sejak kehadirannya di bulan pertama.

Sementara itu, brand Xiaomi terus berinovasi dan memperluas kanal-kanal ritel baru untuk menjaga posisinya sebagai brand yang menjangkau konsumen menengah ke atas dan keberagaman segmen di pasar. Pada 2 Juli 2019, Xiaomi meluncurkan seri CC, dimana seri ini disambut dengan baik oleh kaum hawa, sehingga menciptakan dasar yang kuat untuk mengembangkan pasar tersebut lebih jauh lagi. Pada 7 Agustus 2019, Xiaomi meluncurkan smartphone dengan teknologi kamera beresolusi sangat tinggi 64MP, dan teknologi ini diadopsi pertama kali pada lini produk Redmi. Perusahaan juga mengumumkan kolaborasinya dengan Samsung Electronics dalam menghadirkan teknologi sensor kamera 100MP pertama untuk menjawab tuntutan pengguna yang semakin tinggi. Selain itu, mengikuti komersialisasi dari teknologi 5G, smartphone model 5G pertama dari Xiaomi, Mi Mix 3 5G, telah diluncurkan di beberapa negara di Eropa, dan model smartphone 5G kedua juga akan diluncurkan di Tiongkok pada semester ke-2 tahun 2019.