Rabu, 14 Agustus 2019 - 07:59:11 WIB

BKPM Gelar Market Sounding Proyek Infrastruktur PSEL Semarang

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 483 kali


Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang, menyelenggarakan kegiatan Market Sounding Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU): Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Semarang. Proyek PSEL bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Semarang yang terus meningkat, sedangkan kapasitas TPA Jatibarang diperkirakan akan melebihi kapasitasnya dalam dua tahun ke depan. Diharapkan teknologi yang akan digunakan investor dapat mengurangi lebih dari 80% timbulan sampah Kota Semarang.

Hadir sebagai pembicara dalam acara ini, antara lain Direktur Kerjasama Pemerintah-Swasta Rancang Bangun Kementerian PPN/Bappenas, Direktur Eksekutif Bisnis PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT. PII), Pemerintah Kota Semarang dan PricewaterhouseCoopers (PwC) selaku konsultan.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang berasal dari perwakilan Kedutaan Besar Australia, Spanyol dan Slovakia; BUMN; perusahaan swasta nasional maupun asing; pelaku industri pengelolaan sampah; kontraktor; perbankan dan lembaga keuangan; konsultan; serta asosiasi bisnis terkait. Beberapa perusahaan yang hadir, antara lain General Electric, Itochu Corporation, PT. Siemens Indonesia, Samsung C&T Corporation, Fortum, PT Nusantara Infrastructure Tbk, PT. Tractebel Engineering Indonesia, Adaro Power, Marubeni, LEN Industri, Posco E&C, Sumitomo Corp., JICA, PT PP Energi, PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, PT. Hutama Karya dan PT. Shanghai Electric Power Construction.

Direktur Perencanaan Infrastruktur BKPM Heldy Satrya Putera menyampaikan bahwa berdasarkan dokumen Outline Business Case (OBC), Pemerintah Kota Semarang menekankan outcome proyek pada pengelolaan sampah kota, sehingga membuka kesempatan penggunaan teknologi selain Waste to Energy selama memenuhi ruang lingkup spesifikasi output dan persyaratan minimum yang telah disepakati.

“Total investasi yang dibutuhkan akan bergantung pada jenis teknologi yang ditawarkan oleh perusahaan, pada saat pengajuan proposal dokumen penawaran lelang. Untuk mekanisme pengembalian investasi, dapat menggunakan tipping fee dengan indikasi kemampuan kapasitas fiskal Pemkot Semarang, yaitu sebesar Rp 100-150 miliar per tahun", jelas Heldy dalam sambutannya di acara Market Sounding, Semarang, (Selasa, 13/08).

Adapun lingkup proyek yaitu Design, Build, Finance, Operate, Maintain, dan Transfer (DBFOMT) dengan masa konsesi selama 20 tahun ditambah dengan masa konstruksi selama dua tahun. Pengembalian investasi dengan menggunakan mekanisme tipping fee dengan penjaminan (Government Guarantee) dari PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT. PII).

Heldy menambahkan, Market Sounding bertujuan untuk mendapatkan masukan dari pasar terhadap bentuk kerjasama atau teknologi yang akan ditawarkan dan untuk menyampaikan keberadaan proyek ini kepada pasar. “Selanjutnya BKPM bersama Pemerintah Kota Semarang senantiasa berupaya untuk terus update dengan para peserta Market Sounding terkait perkembangan terkini persiapan Proyek PSEL Kota Semarang, hingga tahap Prakualifikasi nanti,” lanjutnya.

Proyek PSEL Kota Semarang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) serta salah satu proyek di 12 Kota Prioritas Nasional yang tercantum dalam Perpres No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan bahwa proyek KPBU PSEL bukan merupakan proyek KPBU pertama yang dilaksanakan oleh Kota Semarang. Sebelumnya telah dilaksanakan proyek KPBU SPAM Semarang Barat, yang saat ini telah mencapai tahapan Financial Close dan siap untuk beroperasi.

“SPAM Semarang Barat ini mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Pusat yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo dalam wujud Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) pada 9 Mei 2019 lalu, untuk Kategori Penghargaan Khusus Pembangunan Infrastruktur Daerah Skema KPBU, sebagai usaha yang memiliki inovasi pembiayaan terbaik Skema KPBU,” jelas Hevearita dalam sambutannya di acara tersebut.

Sebelumnya Kota Semarang telah membangun instalasi PSEL berteknologi Landfill Gas di TPA Jatibarang yang dapat menghasilkan listrik sebesar 0,8 MegaWatt. PJBL (Perjanjian Jual Beli Listrik) antara PT. PLN dengan PT. Bhumi Pandanaran Sejahtera (BUMD Kota Semarang) akan segera dilaksanakan. Walau demikian, PSEL Landfill Gas belum mampu mengurangi volume sampah secara signifikan. Oleh karena itu, proyek pembangunan PSEL diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah Kota Semarang dan dapat menjadi percontohan bagi kota lainnya.

Lokasi proyek berada di TPA Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Luas area sekitar 4 Ha dengan produksi sampah yang dihasilkan sekitar 1.000 ton/hari dari sampah padat kota Semarang. Persyaratan minimum proyek yang diajukan adalah teknologi harus terbukti dengan rekam jejak yang jelas dan sukses dalam mengolah sampah dengan komposisi mirip dengan proyek ini serta memiliki ketahanan terhadap perubahan komposisi sampah. Diharapkan teknologi ini dapat terbukti dalam mengurangi sampah Kota Semarang dan dapat mengendalikan emisi sesuai dengan standar internasional ataupun Indonesia.