Selasa, 13 Agustus 2019 - 15:22:52 WIB

Diduga Asusila, Bupati Simeulue Harus Segera Dicopot dan Dicambuk

Penulis : Redaksi
Kategori: POLITIK DAN HUKUM - Dibaca: 465 kali


"Diduga kuat melakukan tindak asusila, bupati Simeulue, H Erli Hasim SH SAg IKom diminta segera dicopot dari jabatannya".

Ratusan warga Simeulue bersama ormas Himas Jakarta dan Gempar Simeulue menggeruduk kantor Mahkamah Agung (MA) Jakarta, Selasa (13/8), Mereka mendesak agar Ketua MA mengabulkan dan segera mengeluarkan fatwa pemakzulan bupati Simeulue, Erli Hasim.

"Agar jangan terjadi keresahan, perpecahan dalam masyarakat. Kami sebagian kecil masyarakat yang mengatasnamakan Gempar dan Himas Jakarta kami menyambangi MA untuk memohon kepada Ketua dan pimpinan MA, agar kiranya dapat segera mengeluarkan fatwa untuk bupati kami yang diduga kuat telah melakukan asusila", kata Koordinator Gempar Simeulue, Zul Hamzah disela-sela aksi damai di depan kantor MA.

"Kami mohon kepada pimpinan MA agar menerina surat kami ini sebagai bentuk permohonan rakyat, percepatan pemakzulan atau mengeluarkan fatwa tersebut sesegera mingkin dapat kami terima atau diberikan kepada DPRD kab Simeulue", lanjut Zul.

Zul memaparkan, sebagai negeri relijius, masyarakat Simeulue merasa sangat kaget dengan beredarnya vidio asusila, amoral yang diduga dilakukan oleh oknum Bupati Simeulue Erli Hasim. Masyarakat lebih kaget lagi manakala keluarnya pengakuan dan pembenaran dari sang bupati akan vidio tersebut.

"Beliau membenarkan dan mengakui vidio tersebut, dengan mengatakan bahwa itu ISTRI nya. Sementara masyarakat dengan kasap mata tahu dan yakin betul bahwa wanita yang ada di dalam vidio tersebut bukanlah istri nya. Beberapa tokoh masyarakat pun mencoba mencari tahu secara lebih dalam dan bertanya kepada pihak yang terkait, hasilnya jelas dan pasti bahwa wanita yang berada di dalam vidio bersama oknum Bupati Simeulue bukanlah Istri yang SYAH yang selama ini mendampingi sang Bupati", papar Zul Hamzah.

"Karena itu kami merasa malu serta terhina dengan perlakuan pimpinan kami yang selama ini kami kenal agamis, seorang berlatar belakang pendidikan agama, sering dipanggil khutbah, jadi imam dalam setiap solat berjamaah dan mantan Ketua Muhammadiyah Kabupaten Simeulue, serta Ketua Partai Bulan Bintang Aceh dan berbagai organisasi Islam lainnya sudah beliau jabat. Lengkap sekali symbol-symbol agamis yang disandang Beliau", tandas Zul.

Hal senada disampaikan Ketua Himas Jakarta Ir. Denvinal MM, MBA. "Kami sangat sedih dan sangat malu atas kejadian tindak amoral yang diduga dilakukan oleh bupati Simeulue. Saya pribadi sangat kecewa dengan bupati Simeulue yang telah mencoreng muka pulau Simeulue.  Kami sangat sedih dan prihatin. Kami minta kepada MA untuk membantu kami menegakkan hukum di negeri ini", tandasnya.

Hukum Cambuk

Selain diminta untuk dicopot dari jabatannya, masyarakat Simeulue juga meminta ditegakkannya hukum sesuai hukum yang berlaku di negeri Serambi Mekah tersebut.

"Aceh adalah negeri serambi mekah, negerinya para ulama, negeri yang berazazkan syareat Islam, kami berharap kepada pemerintah, jangan diperlama lana hal ini, karena sangat mencoreng daerah kami yang notabene hukumnya disana adalah hukum syariat Islam...hukum cambuk seperti yang telah kami praktekkan tadi", kata Zul.

"Karena itu kami juga mendesak kepada DINAS SYARIAH ISLAM baik di Kabupaten Simeulue maupun di Propinsi Aceh segeralah mengambil sikap tegas untuk menerapkan Hukum Sesuai Syariah Islam pada Bupati Simeulue tersebut. Dan kami meminta kepada aparat penegak hukum baik di Tingkat Kabupaten maupun Propinsi bahkan di Tingkat Pusat agar segera mengambil langkah-langkah Hukum agar tidak terjadi Keresahan yang berkelanjutan dan konflik Horizontal, mengingat masyarakat Simeulue memiliki Fanatisme kedaerahan yang sangat keras", pungkas Zul Hamzah.    (bud)